Assalamu'alaikum
Beberapa hari lalu saya sempat menuliskan sebuah status di account FB saya, yaitu ''Never love someone for the first sight, it's hurt''
Semua ada alasannya saya menulis seperti itu dan saya alami sendiri.
Sebenarnya tidak mudah menjadi seorang wanita yang mudah sekali merasa geer, ya, akulah salah satu contohnya.
Pertemuan ini dimulai saat aku tingkat 1 kuliah, sepertinya Allah sudah mentakdirkan kita untuk bertemu. Kita satu kelompok mata kuliah dan saat itu hatiku begitu berdegup kencang saat melihat seorang pemuda di sebelahku sedang mengamati spesimen melalui mikroskop, sangat rapi, teliti dan tidak kenal kata menyerah.
Pikiranku sangat pendek saat itu, sepertinya cuma dia yang bisa kupercaya di kelompokku. Kami tidak berkenalan satu sama lain tetapi aku langsung mengetahui namanya dari panggilan seorang teman untuknya, sebut saja namanya ''Orang Aneh''.
Wajahnya tidak terlalu tampan, tetapi tatapannya tegas dan menurutlu terlihat manis.
Gaya rambutnya juga tidak bermode, ia sisir seadanya dengan belah tengah, tetapi terlihat segar di mataku. Ya Allah, perasaan apa ini, aku mulai mengagguminya.
Lucunya, aku sengaja menjadi koordinator informasi kelompok agar dapat menyampaikan informasi praktikum ke anggota kelompok, termasuk dia. Saat aku mengirim pesan untuknya, tidak kusangka dia membalas smsku, sangat ramah dan asik. Aku jadi keterusan bersmsan dengannya.
Beberapa hari berlalu, aku iseng untuk memanggilnya Mas karena ia memanggilku Mba, dia tidak protes dan menerima dengan senang hati, apalagi aku.
Semakin hari, ia semakin sering mengirim pesan untukku dan itu ia lakukan duluan, kami banyak bertukar cerita dan sepertinya aku yang bersikap lebih terbuka, dia menceritakan hobinya dalam membaca komik dan novel, mendownload anime, dan hiking. Tidak kusangkka ia adalah orang yg penuh petualang dibalik sosoknya yang lebi akm, tidak sepertiku yang begitu rame dan supel terhadap orang lain.
Awalnya aku ragu tetapi perasaan ini terus muncul untuk menyukainya, ya pada akhirnya aku semakin salting dibuatnya. Ia begitu nyaman dan satu pikiran, memabntuku dengan hati ikhlas.
Tidak banyak orang yang tau mengenai kedekatan kita dan memang aku berusaha menutupi semuanya untuk publik, karena aku tidak mau semua ini hilang dan lenyap bersama gosip yang tidak sedap, aku sudah cukup trauma dengan semua itu.
suatu hari aku merasa kecewa dibuatnya, aku terus memancingnya agar mengerti perasaanku yg sebenarny tapi ia tak kunjung meraihku. Ia juustru memojokanku dengan kisah lain bersama orang lain. aku tidak mengerti, apa kau sengaja atau memang tidak mau tahu?
Satu lagi kekecewaanku, atau mungkin aku cemburu, kau terlihat nyaman dengan teman barumu(geng barumu) dan tentu saja seorang wanita yang satu kelas denganku, aku berusaha biasa-biasa saja tetapi tidak bisa. Aku memasang tampang cemberut dan inilah yang membuatmu berbeda dari pria lainnya, kau menyadari sikapku yang berubah tidak hanya sekali tetapi berkali-kali dan hal inilah juga yg menjadikanku tak pernah berpaling darimu. Kau selalu bertanya ada masalah apa, tapi aku jawab aku sedang kesal dengan diriku sendiri, sebenarnya semua karenamu tapi maaf aku tidak berani jujur terhadap perasaanku sendiri.
Satu tahun berlalu aku menyadari kita semakin menjauh tapi taukah kamu perasaanku tidak pernah berubah walau kita tidak pernah saling berkomunikasi lagi? Kau seperti menjauh dariku dan aku mengikuti alurmu. Tapi Allah selalu memberikan banyak kebetulan kecil yang membuatku bahagia, melihatmu dari jauh saja aku bahagia dan hanya untuk diriku saja, satu kelas dengamu aku cukup senang walau hanya sekeda berbicara seperlunya tidak seperti dulu.
Saat itu aku sangatt merindukanmu berdoa kepada Allah, jika kau jodohku aku ingin dipertemukan dan jika tidak lebih baik dijauhkan.
Aku mengirim pesan singkat untukku, berharap kau akan membalas, walau rasanya canggung hanya untuk menanyakan kabar padahal sudah 3 bulan kita tidak berkomunikasi ,aku tunggu sepanjang malam, ternyata kau tak membalas pesanku. tetapi ternyata kau membalas sehari sesudahnya. Mungkin kau sedang sibuk. Aku sangat senang menerima balasanmu.
Satu setengah tahun berlalu kini aku memberanikan diri untuk bercerita kepada beberapa temanku tentangmu dan tentang perasaanmu tentu saja mereka juga mengenalnya. Aku sedikit meminta bantuan kepada mereka untuk mengetahui bagaimana persaanmu kepadaku dan ataukah ada orang lain yang sudah merebut hatimu.
Tapi tidak ada informasi yang akurat, semua masih kuragukan, masih belum percaya dan perasaanku padnya masih tetap sama seperti dulu.
sebenarnya aku tidak ingin berpacaran aku hanya ingin kepastian, kau seolah memberikan harapan besar kepadaku, aku tetap bertahan tapi kau tak kunjung meraihku. Kau seperti magnet yang membuat hatiku tak pernah melawan kutub.
Apa salahnya jika kita berdoa bahwa seseorang yang kita suka menjadi jodoh untuk kita.
Suatu malam kau mengirim sms, meminta maaf kepadaku karena telah membuatku salah sangka terhadapmu, aku pura-pura tidak mengerti dan kau hanya bilang lupakan sja. Aku mengerti, saat itu aku sempat mngecapmu sebagai orang jahat, kenapa kau tidak mengatakan hal ini sedari dulu sebelum perasaanku semakin mendalam.
Kau kejam, aku berusaha melupakanmu tetapi tidak bisa.
Kau semakin digosipkan menyukkai seseornag, aku belum terlalu percaya karena belum melihat dengan mata kepalaku sendiri.
2 tahun berlalu, lagi2 perasaanku masih sama, mengapa sulit sekali mengubahnya? Indah tapi menyakitkan. Kau semakin terlihat biasa saja terhadapku tak beda dengan orang lain.
2.5 btahun berlalu aku dikejutkan dengan statusmu di fb dan comment teman2mu, yang pada intinya kau berusaha meyakinkan sesorang wanita bahwa kau suka dengannya. Dan belakangan ini aku tahu, aku mengenal wanita tersebut.
Kau tahu? Aku tidak pernah menangis karenamu tetapi saat itu hatiku terasa pilu dan tenggorokanku sessak.
Pada akhirnya aku yakin dan benar2 yakin aku hanyalah wanita yang bertepuk sebelah tangan dan itu karena llelaki baik sepertimu, sika baikmu yyang membuatku merasakan jatuh cinta dan anugerah dari Allah sehingga aku tak mudah berpaling darimu.
Aku merindukan sikap perhatianmu, ledekanmu, jahilmu, tawamu dan tingkah laku anehmu. Tetapi semua hanya tinggal kenangan, Allah memberikan semua jawabannya.
Mulai detik ini aku akan berusaha menganggapmu teman dan bukan sebagai seorang wanita yang menunggumu seperti kau yang hanya menganggapku sebagai seorang teman biasa.
Semoga kelak kau bahagia dengannya.
Tak mudah menghapus memoriku tentangmmu karena kau selalu terlihat olehku.
Secara hati, selamat tinggal dan secara fisik kita akan berteman selamanya.
Maaf dan terimakasih untukmu 'orang aneh'
untukmu 'orang aneh'
08.03 |
Comments(2)
Our Dream Arcobaleno
03.07 |
Assalamu'alaikum
kali ini saya akan menulis betapa bahagianya saya bersama-sama rekan SMA Kelas B2 SMA Negeri 1 Cianjur. Kami sudah seperti keluarga, saling melengkapi dan saling berbagi, tidak ada kecanggungan sama sekali, sudah seperti mendarah daging. Arcobaleno, adalah sebuah nama yang menyatukan kami, dibuat oleh saudara Harishmawan Heryadi (Si kribo).
Ada mimpi kami yang akan kami penuhi di tahun 2020 nanti, sepuluh tahun dari umur kami pada saat kelas 3 SMA, satu visi, bila kami sudah sukses nanti kami harus saling membantu satu sama lain, tidak boleh sombong dan harus saling berbagi. Pada saat datangnya nant, kami akan berjanjian dis suatu tempat dan bertemu saling membicarakan kesuksesan bersama. amin... :D
ya Allah kabulkanlah doa kami, doa untuk membahagiakan orang-orang di sekitar. amin
My photoaction PART I
02.40 |
Assalamu'alaikum
Alhamdulillah, hari ini saya sedang senang, senang karena dapat membuktikan ke bebrapa orang bahwa saya bisa, bisa meraih target saya yang saya dambakan selama ini. Alhamdulillah nilai saya naik, otomatis IP menjadi keangkat, mungkin kebanyakan orang ini adalah hal biasa, tapi jujur saya baru pernah merasakan mendapatkan IP di atas 3 :D. Kuliah di IPB itu tidak mudah, tapi apa boleh buat saya sudah ada di dalamnya dan harus terus bertahan dengan nilai yang memuaskan, tidak mudah, tidak boleh menhepelekan apapun.
Baiklah untuk merayakan kebahagiaan saya, beberapa foto di bawah ini mewakili hobby saya yang suka iseng-iseng berhadiah. Love Nature, and love my candid.
Reggrad, Love Your Life
Foto ini saya ambil di kebun tempat kerja bapak saya di daerah perkebunan
Ini salah satu action favorit saya, kalau tidak salah Titah yang ambil fotonya
Foto ini diambil di depan rumah, kami sekeluarga baru datang dari masjid untuk makan-makan dalam rangka bersilaturahmi. Adik saya fotografernya (Adzana firdaus)
Sangat terlihat perkasa
Bukan sekedar Masak-Masakan = Daging tumis Saus Kecap
08.52 |
Assalamu'alaikum...
Cerita kali ini benar-benar mahasiswa banget deh, masak yuk bagi yang suka masak, bagi yang tidak bisa dicoba juga lho. Dijamin mudah deh, apalagi kalau dapat rezeki yang tak diduga.
Saat Idul Adha baru-baru ini saya pulang ke rumah dan dibawai oleh-oleh daging saat kembali ke Bogor. Dagingnya sudah direbus dan diberi sedikit bumbu oleh ibu saya dan jumlahnya tidak sedikit. Makan daging terus-menerus rasanya bosan juga ya, saya mencari-cari akal agar daging terasa lebih bervariasai rasanya.
Iseng-iseng mengisi waktu lebih, saya membeli beberapa bahan makanan di tukang sayur.
Mulai masak yuk..
Bahan :
1. Daging sapi/daging ayam
2. Wortel
3. Jagung (Bisa diganti sayur apa saja yang kamu suka )
4. Merica bubuk
5. Kecap manis
6. Saus sambal
7. Mentega
9. GaramSemua bahan di atas sesuai kebutuhan ya... :D
Cara memasak :
1. Rebus daging terlebih dahulu hingga warnanya putih (bagi yang belum diolah)
2. Potong wortel berukuran panjang-panjang seperti balok
3. Preteli biji jagung( bahasa apaan nih, haha)
4. Iris bawang putih dan bawang merah secukupnya
5. Potong daging yang telah direbus, bentuknya sesuai selera
6. Panaskan wajan dan masukan mentega secukupnya lagi, masukan bawang putih dan merah hingga wangi
7. Masukan daging goreng hingga kaku, masukan wortel dan jagung aduk rata
8. Tambahkan merica bubuk, kecap manis dan saus sambal, aduk hingg rata.
Jika kurang asin tambahkan sedikit garam
9. Sepertinya sudah wangi nih, bisa langsung disajikan dan dimakan dengan nasi hangat.
menurut saya sih enak dan pas di lidah. Kalau mau coba silakan, kalau tidak juga tidak apa-apa, cukup dibayangkan saja, heheSemoga bermanfaat
Bersama HUCARA, aku merindukan kalian
06.38 |
Assalamu'alaikum...
Sungguh sedih saya menulis perjalanan saya kali ini, foto rekan-rekan HUCARA hilang atau mungkin terhapus secara tidak sengaja di laptop saya karena keadaan laptop yang digerogoti oleh virus jahat. Saya hanya bisa mengupload foto seadanya yang kebetulan saya pernah edit.
Awal mula kami bertemu sebenarnya tak pernah diduga, terutama saya, kami bertemu di sebuah kepanitiaan MOS Fakultas Pertanian kala itu. Saya mendaftar sebagai kakak PJK bukan sebagai divisi Humas dan Acara, tapi waktu itu mba Ifa meminta kepada saya dengan raut muka yang sebenarnya sangat membuat saya berfikir banyak. Singkat cerita masuklah saya sebagai Divisi Humas dan Acara setelah diwawancarai (santaii banget wawancaranya) oleh Icha tim formatur. Taukah kalian? ini pertama kalinya saya masuk Divisi Acara, dari dulu saya hanya berkutit di bendahara, sekretaris, PDD, logstran, konsumsi, tak pernah di acara. Ternyata Allah memberikan kesempatan saya untuk merasakan bagaimana sibuknya menjadi divisi acara. Saya diminta menjadi tim kreatif bersama rekan saya.
Oh iya anggota HUCARA yaitu Kadiv : Hafizh, Ifa, Sekar, Rita, Andang, Ayu, Radiya, Toha, dan saya. Mereka semua adalah orang-orang super yang penuh dengan ide cemerlang, tersudutlah saya, betapa banyak sekali yang harus saya pelajari, ternyata saya bisa! Sangat menyenangkan bila mengeluarkan ide-ide yang nantinya akan tertuangkan di acara MOS ini. Hampir setiap hari kami rapat dari sore hingga malam hari ditemani dengan sebotol tabs yang menurut saya dan Hafiz "Rapat sampai mabok" hahaha, hanya celetukan yang membuat kami semangat. Membeli nasi bungkus untuk dimakan bersama. Ada beberapa angota yang tumbang karena kecelakaan dan sakit, termasuk saya, waktu saya gangguan pencernaan jadi rapat agak terpotong karena harus pulang ke rumah untuk masa penyembuhan.
Lelah, kesal, tapi semua ditutupi dengan banyak kegembiraan saat berfikir untuk membuat acara kami berkesan bagi rekan-rekan angkatan 48 yang akan di MOS.
Saat Hari-H, kami semua bagi-bagi kerja, khususnya saya yang menurut saya ini adalah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan, yaitu menjadi pengatur MC dalam membawakan acara, otomatis saya harus bekerja cepat di backstage, alhamdulillah berkat bantuan MC yang cerdas dan rekan-rekan HUCARA ternyata saya BISA! :D
Menunggu aba-aba dari korlap dan mba Ifa yang sering membuat jadwal beruba :P, tapi saya belajar dari itu semua, begitulah ternyata acara di belakang panggung, bila kita menjadi yang menyaksikan tidak akan tahu bagaimana rasanya mengonsep acara secara mendadak bila harus berubah. Tapi HUCARA punya orang-orang hebat, cekatan, peduli dan saling mengingatkan. Bersukur bertemu kalian.
Kalian bagaikan balon yang berwarna-warni, ingin terbang tinggi, tetap memberikan keindahan untuk orang lain. Baru kali ini aku merasakan divisi yang memiliki visi dan misi yang kuat, ingin memberikan yang terbaik untuk orang lain, semoga Allah membalas semua kerja keras kita ya kawan :D. Aku sungguh merindukan hari-hari bersama kalian,
Langganan:
Komentar (Atom)






